Jakarta – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PBNU, Kyai Haji Said Aqil Siraj Resmikan kantor Dewan Pimpinan Pusat Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP Sarbumusi) di Jl. Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2012)
Dikatakan oleh Ketua Umum DPP Sarbumusi, Saiful Bahri Anshori, Para anggota Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) saat ini layak untuk bergembira karena memiliki tempat beraktifitas yang cukup lega untuk menjalankan roda organisasi.
Kantor yang berdiri diatas tanah seluas 200 meter persegi tersebut, memiliki bangunan empat lantai, yang tiap lantai memiliki luas 160 meter. direncanakan, lantai empat tersebut akan digunakan untuk penginapan bagi para aktifis buruh yang datang dari berbagai daerah ketika bepergian ke Jakarta.
“Ruangan ini cukup untuk berkiprah untuk memperjuangkan kaum buruh yang sebagian besar orang NU. Kalau kita berhasil mensejahterakan kaum buruh, maka kita bisa mensejahterakan warga NU,” katanya.
Saiful menjelaskan, saat ia memimpin Sarbumusi, dirinya sangat membutuhkan energy yang besar untuk membangkitkan kembali Sarbumusi dari tidur panjangnya. Sarbumusi yang awal didirikan pada 27 September 1955 di pabrik gula Tulangan Sidoarjo, pernah mengalami masa kejayaan dengan anggotanya yang mencapai 2 juta orang.
Sehingga Sarbumu8si dianggap mampu menjadi pesaing kuat SOBSI, organisasi buruh milik PKI. Kevakuman Sarbumusi timbul karena akibat kebijakan pemerintah Orde Baru, yang mengharuskan seluruh organisasi buruh untuk melebur dalam SPSI.
Lebih lajut saiful menjelaskan, baru saat Reformasi 1998 yang membuka kran masyarakat untuk berserikat dan berkumpul. Bermula dari situlah kembali mulai digagas kebangkitan Sarbumusi, yang setelah melalui berbagai tahapan, yang kemudian diresmikan sebagai salah satu badan otonom NU pada muktamar ke-31 NU di Solo (2004). Kongres terakhir, baru diselenggarakan pada 2010 di Puncak Bogor untuk memilih kepengurusan, setelah 42 tahun tidak berkongres.
Guna memaksimalkan keberadaan kantor pusatSarbumusi tersebut dan demi memperjuangkan kaum buruh, Syaiful akan membentuk Kobumi atau Koperasi Sarbumusi, yang diperuntukkan bagi karyawan dan buruh, terutama di perusahaan kecil, yang selama ini harus berjuang lebih keras karena tak semua perusahaan kecil mampu memenuhi ketentuan gaji yang ditetapkan.
Selain itu Saiful juga mengatakan, bahwa mengingat banyaknya Kasus - kasus yang terkait dengan perburuhan, Sarbumusi juga akan membentuk Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Sarbumusi guna membantu dalam pengadvokasian guna kepentingan para buruh yang bernaung dibawahnya.
Demikian pula, dengan berbagai pelatihan akan diselenggarakannya, karena buruh dianggap kurang faham mengenai berbagai aturan ketenagakerjaan yang jumlahnya sangat banyak.
Sematara itu, dikatakan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, Sarbumusi diharapkan akan dapat fokus dalam membantu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat kerja ke luar negeri.
"Sarbumusi sebagai salah satu organisasi yang terkait dengan TKI akan lebih fokus berikan bantuan kepada calon TKI yang akan diberangkatkan," ujar Muhaimin
Ditambahkan oleh Menteri yang Juga Ketua Umum Partai kebangkitan Bangsa (Ketum PKB) ini, Dalam pelaksanaan ke depan, ada tiga hal yang akan dilakukan oleh Sarbumusi. Pertama, Sarbumusi harus benar-benar siap dan tidak akan memberangkatkan para pekerja atau Buruh kalau tidak dengan berbagai keterampilan.
Kedua, Sarbumusi akan memberikan advokasi kepada TKI yang terbelit masalah di Luar Negeri dan ancaman trafficking.
"Artinya, mari kita hadapi ancaman trafficking, calo bersama pemerintah masyarakat dan serikat pekerja," tutur Muhaimin.
Ketiga, Sarbumusi juga memperhatikan TKI karena memang TKI mayoritas berada di basis-basis NU.
"Sarburmusi sebagai anak kandung NU harusnya punya konsen untuk membantu kantong-kantong TKI di NU," imbuhnya. (lie/vie)